Konsep Al-Qur'an Dalam Gagasan Moderasi Beragama: Menyelaraskan Akhlak Dan Keyakinan
DOI:
https://doi.org/10.35132/albayan.v8i1.1156Kata Kunci:
Moderasi dalam Agama, Keyakinan, EtikaAbstrak
al-Qur'an, kitab suci umat Islam, mengandung muatan yang bersifat abadi dan dapat diterapkan secara universal (mas}alih} li> kulli> zama>n wa maka>n). Salah satu konsep penting dalam al-Qur'an adalah gagasan moderasi beragama. Moderasi beragama merupakan prinsip yang menganjurkan pentingnya menjaga keseimbangan, keadilan, dan moderasi dalam segala aspek kehidupan duniawi. Ini menekankan pentingnya bersikap moderat dalam hal keyakinan, ibadah, dan perilaku etis. Al-Qur’an secara konsisten menggambarkan gagasan moderasi beragama dalam kerangka komprehensif yang mencakup berbagai karakter, seperti kejujuran, keterbukaan pikiran, cinta, dan fleksibilitas. Ciri-ciri ini saling berhubungan, holistik, dan universal, saling memperkuat dan menawarkan manfaat kolektif. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama yang mendasari gagasan moderasi beragama dan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan keseimbangan, keadilan, dan harmoni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tafsir tematik (mawdu'i). Data utama yang digunakan adalah ayat-ayat al-Qur'an yang berkaitan dengan moderasi beragama, didukung oleh tafsir klasik dan kontemporer untuk memperkaya analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur'an menawarkan kerangka yang jelas dan komprehensif mengenai moderasi beragama. Gagasan ini mencakup sejumlah karakter utama seperti kejujuran, keterbukaan pikiran, cinta, dan fleksibilitas, yang saling berhubungan dan memperkuat satu sama lain. Moderasi beragama dalam al-Qur'an ditekankan melalui keseimbangan antara keyakinan, ibadah, dan perilaku etis. Konsep ini memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan untuk menciptakan harmoni sosial, mencegah ekstremisme, dan mempromosikan toleransi di tengah keberagaman. Temuan ini menegaskan relevansi dan universalitas ajaran al-Qur'an dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Referensi
‘Ashur, Ibn. (1984). at-Tah}ri>r Wa at-Tanwi>r. Tunis: ad-Dar Tunisiyyah.
al-As}fahaniy, al-‘Ala>mah al-Ra>ghib. (2009). Mufradat al-Fa>z} al-Qur'a>n. Beirut: Da>r al-Qalam.
al-Bukhoriy, Abu ‘Abdillah Muh}ammad bin Isma>’il. (1422H). S{oh}ih} al-Bukhoriy. Mesir: Da>r al-Najah.
at-T{aba>t}aba>'i, Muh}ammad H{usayn. (2010). al-Mi>za>n: An Exegesis of Qur'an, Ter. Ilyas Hasan. Jakarta: Lentera.
az-Zuhaili>, Wahbah. (2012). at-Tafsi>r al-Wasit}, Terj. Muhtadi. Jakarta: Gema Insani.
Abdurrahman, Moeslim. (1997). Islam Transformatif. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Anwar, Rosihan. (2009). Pengantar Ulumul Qur’an. Bandung: Pustaka Setia.
Darmadji, Ahmad. (2011). “Pondok Pesantren Dan Deradikalisasi Islam Di Indonesia”. Jurnal Millah. 11(1). 235-252. https://journal.uii.ac.id/Millah/article/view/5094
Dhoif, Syauqi. (1972). al-Mu'jam al-Wasit. Mesir: ZIB.
Dzulqarnain, M. Sanusi. (2011). Antara Jihad Dan Terorisme. Makasar: Pustaka As-Sunnah.
Hakim, M. Lukmanul. Dkk. (2021). “Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam Di Indonesia”. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama. 01(1). 121-150. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/moderatio/article/download/3529/2377
Hanafi, M. M. (2013). Moderasi Islam. Ciputat: Diterbitkan Oleh Ikatan Alumni al-Azhar dan Pusat Studi al-Qur'an.
Ish}ak, Abdurrahma>n bin. (2017). Tafsi>r Ibnu Kathir, Terj. Abd. Ghoffar. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafii.
Ismail, Achmad Satori. Dkk. (2012). Islam Moderat, Menebar Islam Rahmatan lil’alamin. Jakarta: Pustaka Ikadi.
Maftuh, Agus. (2004). Negara Tuhan: The Thematic Encyclopedia. Yogyakarta: Multi Karya Grafika.
Miswari, Zuhairi. (2007). Al-Qur’an Kitab Toleransi: Inklusivisme, Pluralisme, dan Multikulturalisme. Jakarta: Fitrah.
Muqoyyidin, A. W. (2013). “Membangun Kesadaran Inklusif-Multikultural untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam”. Jurnal Pendidikan Islam. 2(1). 131-151. https://www.researchgate.net/publication/271725890_Membangun_Kesadaran_InklusifMultikultural_untuk_Deradikalisasi_Pendidikan_Islam/fulltext/563ef00608ae34e98c4db7fa/Membangun-Kesadaran-InklusifMultikultural-untuk-Deradikalisasi-Pendidikan-Islam.pdf
Nasirudin. (2002). Akhlak Pendidik (Upaya Membentuk Kompetensi Spiritual Sosial). Semarang: Karya Abadi Jaya.
Nur, Afrizal. dan Mukhlis. (2015). “Konsep Wasathiyah Dalam Al-Qur'an: (Studi Komparatif Antara Tafsir At-Tahrir Wa At-Tanwir Dan Aisar At-Tafsir)”. Jurnal An-Nur. 4(2). 205-225. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Annur/article/view/2062
Shihab, M. Quraish. (2010). Tafsir al-Misba>h. Ciputat: Lentera Hati.
-----------------. (2013). Wawasan al-Qur’an: Tafsir Tematik Atas Pelbagai Persoalan Umat. Jakarta: PT. Mizan Pustaka.
-----------------. (2019). Wasathiyyah. Tagerang: PT. Lentera Hati.
Yasid, Abu. (2010). Membangun Islam Tengah. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.
Yaqin, Muhammad Ainul. (2017). “Moderasi Islam di Tengah Masyarakat Multikultural”. Jurnal Dzikir Manaqib. 12(1). 949-958. http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/195/195
Yunus, A. Faiz. (2017). Radikalisme, “Liberalisme dan Terorisme: Pengaruhnya Terhadap Agama”. Jurnal Studi al-Qur’an. 13(I). 76-94. https://www.researchgate.net/publication/319741605_Radikalisme_Liberalisme_dan_Terorisme_Pengaruhnya_Terhadap_Agama_Islam
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-11-18 (3)
- 2025-10-06 (2)
- 2025-01-21 (1)




