Penutupan KKN STIQ Wali Songo Situbondo: “Ngopi & Ngaji Bareng” Hadirkan Refleksi Hangat bersama Para Tokoh
Situbondo, 13 November 2025, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Wali Songo Situbondo ditutup dengan cara yang berbeda dan penuh makna. Mengusung konsep “Ngopi dan Ngaji Bareng”, kegiatan penutupan menghadirkan suasana santai namun sarat nilai, diperkaya dengan talk show bersama para masyayikh dan tokoh masyarakat yang selama ini mendampingi mahasiswa di lokasi pengabdian.

Bertempat di Halaman Hotel Sido Muncul pada Kamis 19.30 WIB, acara ini menghadirkan atmosfer kebersamaan yang terasa akrab sejak awal. Di tengah obrolan ringan sambil menikmati kopi, peserta diajak menelusuri kembali perjalanan pengabdian mereka melalui kajian keislaman yang menyentuh sisi spiritualitas. Perpaduan ini menjadikan momentum penutupan bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi yang hidup dan mendalam.

“Kami sengaja memilih format ini agar para mahasiswa dapat merenungkan pengalaman KKN dengan lebih jujur dan dekat. Ngaji memberi kita kedalaman makna, sementara dialog dengan para kyai dan tokoh masyarakat membuka wawasan tentang bagaimana ilmu benar-benar memberi manfaat bagi umat,” ujar Ketua STIQ WS, Hartono, M.Pd., dalam sambutannya.

Dalam sesi talk show, sejumlah mahasiswa menyampaikan pengalaman mereka selama KKN dari dinamika sosial, tantangan lapangan, hingga berbagai hikmah yang mereka temukan saat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Cerita-cerita tersebut diperkaya dengan nasihat dari para masyayikh, yang menegaskan pentingnya ketulusan, kepemimpinan berbasis nilai-nilai perjuangan, serta keberlanjutan silaturahmi pasca-KKN.

“Kami tidak hanya mengajar atau menjalankan program kerja. Yang paling berarti adalah membangun hubungan dan kepercayaan dengan masyarakat. Acara penutupan seperti ini mengingatkan kami bahwa ikatan itu harus tetap dijaga meskipun KKN telah usai,” tutur Ketua Panitia kegiatan, salah satu peserta KKN.
Penutupan KKN tahun ini menjadi wujud bahwa pengabdian tidak berhenti pada laporan dan dokumentasi. STIQ WS menegaskan komitmennya untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berjiwa sosial dan mampu mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat.

Dengan konsep “Ngopi & Ngaji Bareng”, kampus berhasil menyajikan sebuah penutupan yang relevan dengan karakter mahasiswa masa kini: lebih dekat, dialogis, dan menyentuh nilai-nilai inti keislaman. Sebuah pengingat bahwa pengabdian adalah perjalanan panjang yang selalu bisa dirayakan dengan rasa syukur.




