Menguatkan Tradisi Sanad: Dosen STIQ Wali Songo Bersama Ulama Dunia di Majelis Sama’ Shahih Bukhari
Sidoarjo, 6 Februari 2025 – Sejumlah dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Wali Songo Situbondo turut serta berpartisipasi dalam Majelis Sama’ Shahih Bukhari yang berlangsung di Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung pada 1-9 Februari 2025 ini dihadiri oleh berbagai ulama, kiai, dan akademisi yang memiliki keahlian dalam ilmu hadis.


Majelis ini juga dihadiri oleh KH. Miftahul Akhyar (Rais Am PBNU), KH. Ali Masyhuri (Pengasuh PP Bumi Sholawat), KH. Najih Maimun Zubair (PP Al-Anwar Sarang), KH. Abdus Salam Mujib, Habib Zain Baharun (PP Darul Lughah Wad Da’wah), KH. Ahmad Bahauddin Nur Salim (Gus Baha’), serta banyak ulama kharismatik lainnya. Kehadiran para tokoh ini menambah keberkahan dan kebermanfaatan majelis yang penuh ilmu ini.






Dalam kesempatan tersebut, beberapa dosen STIQ Wali Songo dipercaya untuk manjadi Qari’ (pembaca kitab) dan menyimak hadis-hadis dari kitab Shahih Bukhari, serta memberikan penjelasan akademis terkait beberapa bab penting dalam kitab tersebut. Diantaranya adalah Kaprodi Ilmu Hadis, Gus Zaimuddin,Lc. M.Ag yang dipercaya untuk menjadi qari kitab pada majelis tersebut, beliau dikenal sering terlibat dalam berbagai momen atau ajang ilmiah berskala internasional, hal ini menunjukkan bahwa peran dosen STIQ Wali Songo dalam bidang hadis tidak hanya terbatas pada tingkat lokal, tetapi juga memberi kontribusi pada perkembangan ilmiah di kancah internasional.

Selain sebagai qari’, dosen-dosen STIQ Wali Songo juga turut berdiskusi dan berbagi wawasan seputar keabsahan sanad, metode periwayatan, serta pemahaman hadis dalam konteks kekinian. Hal ini menunjukkan bahwa peran akademisi dalam majelis ilmu seperti ini sangat penting dalam menjaga kesinambungan keilmuan Islam yang berbasis sanad dan keilmuan tradisional.

Kegiatan Majelis Sama’ Shahih Bukhari kali ini akan ditutup dengan pemberian ijazah sanad kepada para peserta yang telah mengikuti pembacaan kitab secara penuh. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi wadah dalam menguatkan tradisi keilmuan Islam di Indonesia, serta mempererat hubungan antara pesantren dan perguruan tinggi dalam menjaga warisan keilmuan Nabi Muhammad ﷺ.
https://www.youtube.com/live/yS38eQ0mfD4?si=lMw5XesBkXi2W4EP




