Awali Semester Baru, STIQ Wali Songo Gelar Ngaji Politik Bersama Tokoh Ulama & Praktisi
Situbondo, 24 September 2025 – Mengawali semester baru, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Wali Songo Situbondo menyelenggarakan Stadium General bertajuk “Ngaji Politik: Peran Santri Mahasiswa dalam Mewujudkan Politik Berkeadaban”. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh penting dari kalangan ulama, akademisi, dan praktisi politik yang memberikan pandangan strategis bagi mahasiswa santri dalam mengarungi kehidupan sosial-politik.

Dalam paparannya, KH. Zaki Abdullah, mantan Rois Syuriah PCNU Situbondo, menegaskan bahwa politik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat. “Bagi para kiai panutan, praktik politik termasuk sunnah Nabi yang terbesar. Politik praktis sama sekali bukan tujuan utama, melainkan sampingan. Yang terpenting adalah membersamai umat,” ujarnya.


Sementara itu, perwakilan anggota DPRD Situbondo fraksi PKB, Drs. Bashori Sonhaji, M.Si., menekankan pentingnya tiga konsep yang harus dipegang teguh oleh mahasiswa santri. “Pertama, memperhatikan kewajiban fardlu ain. Kedua, meninggalkan dosa kecil, apalagi dosa besar. Ketiga, beradab baik terhadap sesama makhluk maupun kepada Allah,” jelasnya.

Ketua DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi, S.Hi., menyampaikan bahwa peran santri mahasiswa sangatlah strategis dalam kehidupan bermasyarakat. “Santri mahasiswa adalah role model bagi masyarakat. Mereka harus mampu memberikan hal-hal yang sifatnya edukatif dan advokatif,” katanya.

Sebagai penutup, KH. Hasyim An Nabil, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Wali Songo, menekankan kembali peran mahasiswa santri dalam mendampingi umat. “Membersamai umat dapat dilakukan dengan berjuang menjaga akidah, saling membangun kepedulian, dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar,” ungkapnya sebelum menutup acara dengan doa bersama.

Acara Stadium General ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran mahasiswa STIQ Wali Songo Situbondo sebagai santri intelektual yang berkomitmen pada ilmu, pengabdian, dan perjuangan. Dengan semangat baru di awal semester, mahasiswa diharapkan mampu meneladani nilai-nilai keilmuan, keumatan, dan kebangsaan yang diwariskan oleh para ulama.




